Keindahan Masjid Kubah Pelangi Di Kota Palembang

Masjid Nurul Hidayah di Kota palembang ini merupakan salah satu bangunan masjid yang dinilai cukup unik,hal yang membuat masjid ini tampil unik ini terletak pada bagian kubah yang mana mempunyai warna warni seperti halnya pelangi,Masjid Nurul Hidayah ini berada di wilayah Kecamatan Ilir Timur II Kota Palembang. Lokasi masjid ini berada di Jalan RE. Martadinata, Kelurahan Sungai Buah, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, Sumatera Selatan, Indonesia.

Keindahan Masjid Kubah Pelangi Di Kota Palembang
Keindahan Masjid Kubah Pelangi Di Kota Palembang

Yang menarik dari masjid ini adalah bangunan kubah nya yang berwarna warni dan menjadi ciri khas sekaligus daya tarik tersendiri. Masjid Nurul Hidayah di kota Palembang ini bukanlah satu satunya masjid dengan bagian kubah yang mempunyai banyak varian warna warni, di wilayah lain yakni di salah satu Kota di Provinsi Sumatera Selatan juga ada Masjid lainnya dengan kubah dengan varian warna warni, yakni Masjid Al-Baniah di Ujan Mas Lama, kabupaten Muara Enim.

Masjid berkubah pelangi yang ada di kota Palembang ini berdenah segi empat sederhana dengan satu buah kubah yang mempunyai ukuran yang cukup besar,lalu di bagian atap bangunan ini juga mempunyai ornamen bertema kaligrafi.

Bangunan masjid ini juga dilengkapi dengan satu buah menara yang mana menara ini justru mempunyai ukuran yang cukup kecil. Untuk urusan bentuk bagian yang ada pada bangunan ini juga sama seperti masjid masjid pada umumnya yang terlihat megah dan mewah. 

Baca Juga: Tips Memilih Jasa Kontraktor Kubah Masjid

Lokasinya yang berada disisi jalan raya utama membuatnya cukup mudah untuk ditemukan bagi pengendara yang lalu lalang di ruas jalan RE Martadinata di kelurahan Sungai Buah kecamatan Ilir Timur 2 ini.

Berdasarkan citra di street view google maps, pada bulan April 2017 yang lalu masjid ini masih dalam proses pengerjaan ahir pemasangan lapisan logam penutup kubahnya. dari riwayat tersebut, masjid ini tampaknya memang belum terlalu lama berdiri dengan kubah pelangi-nya, dan hampir bersamaan dengan pembangunan Masjid Kubah Pelangi di Ujan Mas Lama di Kabupaten Muara Enim yang juga dibangun di bulan dan tahun yang sama.

Selain dua masjid di provinsi Sumatera Selatan ini, masih ada dua masjid lainnya yang memiliki kubah warna warni dengan bentuk yang unik yakni; Masjid Al Furqon di komplek Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, dan Masjid An Narumi di Kabupaten Sleman, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

melambangkan Asmaul Husana. Al Makazzary sendiri melambangkan salah seorang imam besar Masjidil Haram Syekh Yusuf. Melihat ukurannya yang cukup besarm,tentu saja akan  terbayang bahwa masjid ini pasti  mempunyai lebih dari 1 lantai.

Benar saja, dikatakan bahwa Masjid Nurul Hidayah ini merupakan masjid yang mempunyai tiga lantai dasar yang semuanya ditopang oleh 164 tiang pancang dan mempunyai luas 1.683 m2. Untuk lantai bagian teras yang mana tempat ini berada tepat di bawah kubah dan merupakan tempat yang paling banyak digunakan warga untuk melakukan kegiatan rekreasi, semisal melihat sunset di Pantai Losari.

Lantai paling atas masjid merupakan tempat yang di khususkan bagi para pengunjung yang mana ingin melaksanakan shalat sendiri yang lebih khusuk. Lantai kedua dari masjid ini juga dipergunakan secara khusus untuk jamaah wanita dan pada bagian lantai bawahnya untuk shalat para jamaah pria. Di lantai paling bawah itu juga terdapat tempat wudhu pria yang berada di sebelah kanan, sementara untuk para wanita berada di sebelah kiri masjid.

Selain itu, pada area utama masjid ini juga terdapat sebuah kubah dengan diameter mencapai sembilan meter yang mana pada bagian bawahnya para pengunjung dapat menggunakannya sebagai tempat bersantai dan tempat yang cocok untuk mengabadikan sebuah momen. Pengunjung pun dapat naik ke atas kubah yang melalui dua tangga samping yang mengelilingi masjid.

Dari segi tata letaknya saja sudah diketahui bahwa masjid terapung Nurul Hidayah yang berada di kota palembang ini memang masjid satu satunya yang ada di Indonesia dan di dunia yang dibangun begitu jauh di tengah laut. Meskipun begitu,sebuah bangunan masjid masjid yang serupa ini juga sudah begitu banyak dibangun di Indonesia dan juga telah menyebar cukup luas di dunia, dan seolah menjadi trend baru dalam pembangunan masjid saat ini.

Sebelumnya di Indonesia sendiri setidaknya sudah ada beberapa bangunan Masjid Terapung, sebut saja diantaranya adalah  Masjid Raya Al-Munawaroh di yang ada di Kota Ternate, Lalu ada juga Masjid Nurul Hidayah yang berada di kota Palembang, dan lain lain, sementara yang paling terkenal di luar negeri diantaranya adalah Masjid Terapung Ar-Rahmah yang mana Masjid ini mengapung di laut merah kota Jeddah, Arab Saudi dan Masjid Hassan II, Casablanca – Maroko.yang seolah mengapung di samudera Atlantik Utara.

Ketika dari kejauhan maka setidaknya akan terlihat jelas bahwa bangunan masjid ini akan tampak mengapung ketika di permukaan laut dan berada di tengah-tengah pantai Losari, dengan posisinya yang demikian itulah yang kelak menjadikannya disebut sebagai masjid terapung. Meskipun sebenarnya tidak benar benar mengapung dan juga tidak berada di atas air laut melainkan hanya berdiri diatas tiang tiang penyanggah yang terbuat dari beton bertulang yang ditancapkan ke dasar laut.

Proyek Pembangunan Masjid Nurul Hidayah

Proyek pembangunan Masjid Terapung Nurul Hidayah di Kota Palembang ini mulai dibangun tahun 2010 tahun lalu dan baru selesai dan juga diresmikan hampir delapan tahun kemudian yakni pada tahun 2018 yang lalu. Proses pembangunan masjid ini merupakan proses yang dibilang cukup lama dengan segala macam konflik serta kendala dan juga masalah internal sendiri. Sebuah mega project yang cukup ambisius, ini setidaknya sempat beberapa kali menuai kecaman dan juga kontroversi dan bahkan berujung penolakan dari berbagai lapisan elemen masyarakat Kota palembang

Sejak awal pengumuman pembangunannya, telah menuai berbagai macam komentar dan juga respon negatif yang dinilai sangat merugikan pemkot Kota Palembang yang berhembus cukup kencang di tengah-tengah masyarakat hingga para tokoh di palembang dan Sumatera Selatan termasuk nilai proyeknya yang diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp. 230 Milyar Rupiah.

Nilai sebegitu besar dinilai akan lebih bermanfaat bila dimaksimalkan untuk membangun sarana dan prasarana yang berguna untuk kesejahteraan masyarakat Kota palembang, ditambah lagi dengan keberatan dari para pemerhati dan juga penggiat pelestarian lingkungan.

Proses pembangunannya ini dimulai dengan sebuah perancangan  pada bagian tiang pertama yang terjadi pada hari Selasa tanggal 17 Agustus tahun 2010 dipimpin langsung oleh oleh Gubernur Sumatera Selatan saat itu yakni bapak Alex Noerdin, dan juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan, Edi Yusuf.

Upacara perancangan tiang pertama itu juga memperingati dan bertepatan juga dengan tanggal 7 Romadhon, dan juga di tanggal 7 tersebut dikait kaitkan dengan jabatan Gubernur Sumatera selatan yang ke 15.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>