Cara Sederhana Menanam TOMAT HIDROPONIK Sistem Wick (Sumbu) di Rumah

Hallo sahabat hidroponik mania, selamat datang kembali di website saya yang selalu membahas tentang tanaman-tanaman hidroponik. Pada artikel kali ini saya akan membahas tentang Hidroponik Sistem Wick atau Sistem Sumbu, artikel ini telah saya tulis dengan simple dan sederhana supaya bisa memudahkan Anda semua dalam memahami isi artikel ini.

Semoga apa yang saya sampaikan kali ini bisa bermanfaat dan berguna untuk Anda semua. Seperti yang kita tahu bahwa tanaman hidropik sekarang ini sudah semakin banyak dilakukan oleh orang-orang karena caranya yang bisa dilakukan dengan sangat mudah. Selain mudah juga tidak memakan banyak tempat.

Kebanyakan petani modern sudah banyak yang menggunakan teknik yang satu ini, karena dianggap jauh lebih menghemat lahan. Tanaman hidroponik sendiri merupakan jenis tanaman yang ditanaman selain memanfaatkan media tanah, namun diganti dengan air yang lebih berisi nutrisi sehingga akan membuat tanaman bisa tumbuh dengan baik dan lebih cepat.

Hasil tanaman dari menanam atau budidaya secara hidroponik sudah pasti jauh lebih sehat. Hal ini karena selama masa budidaya tanaman sama sekali tidak menggunakan pestisida ataupun bahan kimia lainnya yang sangat berbahaya. Tentu saja hal tersebut sejalan dengan pola perilaku hidup sehat yang sudah banya menjaid gaya hidup masyarakat kita.

Kepedulian masyarakat akan kesehatan sudah semakin meningkat, hal ini ditunjukkan dengan pola konsumsi yang sudah mulai berubah secara perlahan. Masyarakat kini sudah semakin menyadari dan mulai berubah untuk mengkonsumsi makanan makanan yang organik. Banyak sekali sumber yang mengatakan bahwa budidaya tanaman hidroponik akan membutuhkan banyak biaya dan pastinya dengan peralatan dan perlengkapan yang juga harus memadai. Tetapi sebenanya dengan metode sederhana dan simple sekalipun Anda sudah bisa menanam sayuran secara hidroponik.

Selain petani modern, metode hidrpononik sederhana ini juga banyak digunakan oleh masyarakat-masyarakat yang tinggal di area perkotaan. Ini karena mereka tidak mempunyai lahan yang cukup luas sehingga metode hidroponi menjadi salah satu cara yang paling tepat untuk bisa tetap menikmati sayuran yang menyehatkan. Tanaman hidroponik tidak akan kalah sehat dan bergizi, terlebih teknik ini selalu mengutamakan akan terpenuhinya kebutuhan nutrisi tanaman. Jika Anda ingin menanam tanaman hidroponik maka Anda harus menentukan terlebih dahulu jenis tanaman hidroponik.

Memang benar bahwa jenis tanaman yang bisa dibudidayakan pun sangat bervariasi mulai dari buah-buahan sampai dengan sayuran-sayuran. Namun tidak semua tanaman dapat ditanam dengan menggunakan teknik hidroponik ini. Nah, yang saya bahas kali ini adalah tanaman sayur yaitu TOMAT HIDROPONIK.


A. Menanam TOMAT HIDROPONIK Sederhana
Mungkin Anda masih asing jika mendengar Tomat Hidroponik. Perlu Anda ketahui bahwa tomat hidroponik merupakan tomat yang dibudidayakan atau ditanam tanpa menggunakan media tanah.

Media tanam non tanah pada sistem hidroponik ini sangat bermacam macam. Beberapa diantaranya adalah akar pakis, perlite, rockwool, perlite, atau media tanam dengan harga yang paling murah yaitu arang sekam. Kenapa harus arang sekam, atau hidroponik sistem sumbu (Wick System). Hal ini karena memang alasan utamanya adalah sangat murah. Sampai sekarang ini saya sendiri masih “bermain” kain flanel serta sekam bakar untuk berhidroponik.

Kelebihan atau keunggulan hidroponik sistem sumbu menurut saya adalah memang sangat murah dan mudah. Sudah tidak diperlukan peralatan lagi yang sangat beragam, hanya cukup dengan ember, cukup plastik, dan juga sumbu (kain flanel).

Namun disamping itu ada satu kelebihan dari hidroponik sistem wick yaitu tidak perlu lagi listrik, pompa air, dan juga timer. Hal ini bisa dibilang cukup memungkinkan terlebih daerah yang sulit dijangkau listrik. Maka dari sistem wick akan paling cocok disini.

Oleh karena itulah saya disini akan membagikan informasi mengenai cara menanam HIDRPONIK TOMAT dengan cara yang bisa dibilang sangat sederhana. Anda tidak perlu meniru cara yang akan kami saya sampaikan ini jika ada indikasi bahwasanya informasi ini hanya hoak, namun jika Anda tertarik maka bisa langsung segera Anda praktekkan sendiri.

Nah, jika penasaran mari langsung saja simak ulasan selengkapnya berikut ini. Tanaman yang berasal dari family Solanaceae ini sebenarnya bukan merupakan tanaman buah. Tetapi jenis tanaman yang satu ini termasuk ke dalam sayuran walaupun mempunyai buah. Menurut wikipedia, tanaman tomat yang memiliki nama ilmiah Solanum lycopersium syn. Lycopersium esculentum merupakan tanaman sayur yang berasal asli dari negara Amerika Tengah dan Amerika Selatan.

Simak juga info tentang Jual Bibit Tabebuya

Di indonesia sendiri tanaman buah tomat ini bisa ditemukan dengan mudah di pasar tradisional ataupun super market. Buah tomat banyak dikonsumsi sebagai pelengkap sebuah masakan, jus, bahan dasar pembuatan saus dan lain sebagainya. Pada dasarnya masyarakat Indonesia sangat menyukai dan kebanyakan mengonsumsi buah tomat sehari-hari.

Mengingat tomat memiliki kandungan vitamin dan gizinya cukup tinggi dan sangat berguna bagi kesehatan tubuh manusia, maka tak ada salahnya jika Anda mencoba untuk menanamnya sendiri agar bisa mengonsumsi buah tomat segar setiap hari.

Namun yang menjadi kendala biasanya tidak memiliki banyak waktu, sibuk, dan tidak memiliki lahan atau tempat sama sekali. Nah, inilah yang menjadi masalah kebanyakan masyarakat. Sebenarnya hal seperti ini tidak perlu Anda jadikan masalah serius, karena walaupun Anda sibuk dan tidak mempunyai lahan untuk bercocok tanam maka Anda tidak perlu khawatir. Ini karena ada salah satu solusi paling tepat yang bisa Anda coba.

Berkebun hidroponik bisa Anda coba, sistem hidroponik ini memang sangat mudah karena tidak mengharuskan Anda menyiram ataupun melakukan pempupukan pada tanaman setiap saat.
Hidroponik ini sangat mudah, disini semuanya hanya serba otomatis. Tanaman dapat menyerap air serta nutrisi sendiri. Adapun tahapan atau langkah-langkah dalam menanam TOMAT HIDROPONIK sistem sumbu adalah sebagai berikut:

B. Tahapan dan Langkah-langkah Menanam HIDROPONIK TOMAT Sistem Sumbu

  1. Persiapan Alat dan Bahan
    Untuk membuat tanaman hidroponik secara sederhana alat dan bahan yang Anda butuhkan juga sangat sederhana. Anda bahkan bisa menemukannya dengan mudah di sekitar Anda.
    Alat dan bahan yang diperlukan disini adalah tandon, pot, sumbu, nutrisi dan juga media tanam. Alat dan bahannya boleh apa saja, namun yang pasti untuk benih tomat serta nutrisinya diharuskan AB Mix.
    Disini saya menggunakan nutrisi AB Mix umum untuk buah, kebanyakan orang bilang bahwa memang yang paling bagus menggunakan nutrisi khusus tomat tetapi saya belum
    pernah mencobanya sama sekali Tandon yang saya gunakan adalah ember dengan ukuran 5 liter, untuk netpotnya saya
    menggunakan cup plastik (cup ini biasanya dipakai oleh tukang jus buah ataupun tukang cendol). Sedangkan untuk media tanamnnya masih setia dengan aram sekar serta untuk sumbunya kain flanel.
  2. Persiapan Benih Tomat Hidroponik
    Penting selalu untuk Anda ingat bahwa disini yang dibutuhkan harus benih tomat, dan bukan benih jagung. Agar sesuai dengan judulnya. Supaya nantinya tanaman tomat dapat tumbuh dan berbuah secara maksimal maka gunakan benih tomat yang sesuai atau cocok dengan tempat dimana Anda sedang berada seperti misalnya di dataran rendah, menengah, ataupun di dataran tinggi.
    Kalau saya sendiri kan hanya sekedar coba-coba, makanya saya mengambil tomat yang ada di dapur. Namun jika Anda kesulitan untuk mendapatkan benih tomatnya maka Anda bisa membeli secara online. Jika benih tomat sudah tiap maka sudah bisa Anda mulai cara membuat tanaman hidroponik ini. Belahlah buah tomat yang sudah disiapkan lalu ambil bijinya. Selanjutnya biji tersebut harus dijemur untuk kemudian disemai. Atau bisa juga langsung Anda semai.
  3. Penyemaian Benih Bibit Tomat Hidroponik
    Apabila benih dan juga media semai nya sudah ada, maka langsung saja semai benih tersebut. Benih yang saya semai memakai polybag kecil dan untuk media semainya adalah arang sekam. Jika sudah disemai, maka dalam kurun waktu sekitar 20 atau 25 hari kemudia bibit tomat tadi sudah bisa dipindah tanamkan.
  4. Cara Menanam Bibit TOMAT HIDROPONIK
    Apabila bibit tomat sudah cukup umur (maksimal adalah 25 hari setelah penyemaian dilakukan), selanjutnya bibit tersebut harus dipindah tanam dari persemaian ke dalam sebuah cup ataupun net pot yang sudah Anda siapkan tadi. Lepaskan polybag semai dengan sangat hati-hati, jangan sampai media semainya pecah atau rusak supaya nantinya bibit tidak mengalami stress sesudah dipindah tanam. Lalu media tanam harus disiram dengan larutan nutrisi, siramlah sampai basah atau bisa juga langsungAnda tempatkan pada tandon yang sudah diisi dengan nutrisi.

C. Dosis Nutrisi (Pupuk) Tomat Hidroponik Sistem Wick

  1. Dosis Pupuk atau Nutrisi TOMAT HIDROPONIK Pada Awal Tanam 0 Sampai 7 hari setelah tanam (Minggu ke 1) : Pada awal masa tanam, dosis yang dibutuhkan untuk tomat hidroponik adalah sekitar 550 ppm 92,5 ml nutrisi A + 2,5 ml nutrisi B).
  2. Dosis Nutrisi Tomat Hidroponik Umur 8 Sampai 14 hari setelah tanam (Minggu ke II) : Memasuki pada minggu ke 2 ini dosis nutrisi bisa Anda naikkan 600 ppm (3 ml nutrisi A + 3 ml nutrisi B).
  3. Dosis Nutrisi Tomat Hidroponik Umu 15 Sampai 21 hari setelah tanam (Minggu ke III) : Pada awal minggu ke tiga yaitu saat tanaman berumur kurang lebih sekitar 15 sampai dengan 21 hari nutrisi dapat Anda naikkan menjadi 800 ppm (4 ml nutrisi A + 4 ml nutrisi B).
  4. Dosis Nutrisi Tomat Hidroponik Umur 22 Sampai 28 Hari setelah tanam (Minggu IV) : Umur 22 sampai dengan 28 hari setelah tanam maka dosis nutrisi tanaman tomat hidroponik bisa Anda naikkan menjadi 1000 ppm (5ml nutrisi A + 5 ml nutrisi B)
  5. Dosis Nutrisi Tomat Hidroponik Umur 29 sampai 35 hari setelah tanam (Minggu ke V) : Umur 29 sampai dengan 35 hari dosis nutrisi bisa Anda naikkan mejadi 1200 ppm.
  6. Dosis Nutrisi Tomat Hidroponik Umur 36 sampai 42 hari setelah tanam (Minggu ke V1) : Memasuki pada minggu ke 6 dosis nutri tanaman tomat hidroponik bisa Anda naikkan menjadi 1500 ppm
  7. Dosis Nutrisi Tomat Hidroponik Umur 43 sampai 49 hari setelah tanam (Minggu ke VII) : Umur 43 sampai dengan 49 hari setelah tanam dosis nutrisi bisa Anda naikkan lagi menjadi 1750 ppm
  8. Dosis Nutrisi Tomat Hidroponik Umur 50 sampai 57 hari setelah tanam (Minggu ke VIII) : Umur 50 sampai dengan 57 hari setelah tanam dosis bisa Anda naikkan menjadi 2000 ppm
  9. Dosis Nutrisi Tomat Hidroponik Umur 58 sampai 64 hari setelah tanam (Minggu IX) : 2200 ppm
  10. Dosis Nutrisi Tomat Hidroponik Umur 65 sampai 71 hari setelah tanam (Minggu X) : 2300 ppm
  11. Dosis Nutrisi Tomat Hidroponik Umur 72 sampai  79 hari setelah tanam (Minggu XI) : 2500 ppm
  12. Dosis Nutrisi Tomat Hidroponik Umur 80 hari setelah tanam (Minggu XII) : Umur 80 hari setelah masa tanam sampai dengan masa panen dosis nutrisi yang diperlukan untuk tomat hidroponik adalah 2800 ppm.
    D. Tips Cara Pemeliharaan Tomat Hidroponik Sistem Wick
  13. Cek selalu pH larutan nutrisi, pH yang paling ideal untuk tanaman sayur tomat kurang
    lebih 5,5 sampai 6,5. Namun jika pH di bawah range tersebut maka Anda bisa menambahkan
    pH Up. Tambahkan pula pH Down apabila pH larutan nutrisnya lebih dari 7.
  14. Cek secara teratur untuk ketersediaan larutan nutrisi yang ada di dalam tandon, tambahkan
    larutan nutrisi apabila isi tandon telah berkurang.
  15. Apabila tanaman buah tomat sudah mulai memasuki masa pertumbuhan generatif (mulai
    berbunga), nantinya tanaman tomat akan menjadi sangat raktus sehingga nutrisi bisa menjadi
    lebih cepat habis, apalagi jika cuacanya juga panas. Pada masa ini Anda harus lebih sering
    melakukan pengecekan dengan tujuan untuk menghindari tanaman mati akibat kekeringan.
  16. Semprotkan pupuk mikro setiap 7 atau 10 hari sekali untuk membantu dalam
    mengoptimalkan pertumbuhan tanaman tomat.
  17. Jangan sampai tandon terkena teriknya sinar matahari, ini bertujuan supaya suhu larutan
    nutrisi bisa tetap stabil.
  18. Semprotkan inteksida seperlunya saja sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan
    E. Masa Panen
    Sedangkan untuk masa panen, pada umumnya tanaman sayur sudah bisa dipanen dalam
    jangka waktu yang tidak lama yaitu sekitar 30 sampai 40 hari setelah disemai. Ketika
    tanaman tomat yang sudah Anda tanam siap untuk dipanen maka segera lakukan pemanenan
    dengan cara mencabut atau memotong tanaman tomat dari media rockwoll.
    Anda harus lakukan dengan hati-hati supaya tidak merusak sayuran tersebut. Jika pemanenan
    sudah Anda lakukan maka simpanlah di tempat yang teduh supaya tetap segar.
    Itulah sedikit informasi yang bisa saya sampaikan mengenai “16 Tahap Menanam TOMAT
    HIDROPONIK Sederhana Sistem Sumbu atau Wick”. Berakhir sudah informasi yang bisa
    saya sampaikan kali ini. Sekarang waktunya Anda yang berbagai informasi.
    Mungkin bisa dibilang hasilnya masih belum memuaskan karena varietasnya kurang cocok di
    tempat saya yaitu di dataran rendah dengan cuaca yang sangat panas. Sedangkan benih

tanaman tomat yang telah saya tanam ternyata berasal dari dataran tinggi yang sudah pasti
berhawa sejuk.
Selalu nantikan informasi-informasi terbaru mengenai tanaman hidroponik yang akan
bagikan saya berikutnya, nantinya saya akan mencoba untuk menggunakan benih tanaman
yang spesifik untuk dataran rendah dan semoga bisa memberikan hasil yang lebih dari ini.
Semoga bermanfaat.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>